Berduka, Korem Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang

berdukaKOREM 102 Panju-Panjung mengibarkan bendera merah putih setengah tiang. Itu sebagai tanda jika seluruh jajaran TNI berduka atas meninggalnya Lettu Ramiso, anggota Korem, dalam insiden kecelakaan di Jalan Mahir Mahar Km 8, Palangka Raya, Senin (8/12) sekitar pukul 00.05 WIB.

“Betul itu sebagai tanda belasungkawa. Bendera dikibarkan selama tiga hari,” kata Kapenrem 102/Pjg Mayor Son Son Santosa saat dihubungi Borneonews melalui telephone seluler, Selasa (9/12).

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Palangka Raya Aipda Slamet saat dikonfirmasi mengenai hasil penyelidikan belum bisa menyimpulkan siapa yang benar dan salah dalam insiden tersebut.

“Nanti dulu ya. Intinya masih dalam penyelidikan kita,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Ramiso tewas dalam perjalanan menuju RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya setelah mengalami tabrakan dengan mobil Pikap KH 8702 AF, dikemudi Suryanto, 29, warga Jalan Adonis Samad, RT 06, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya.

Insiden itu bermula setelah Suryanto berpenumpang Karwito dan M Said meluncur dari arah Jalan Mahir Mahar menuju Kalampangan. Suryanto juga membawa sapi di bagian bak Pikap.

Ketika sampai di Jalan Mahir Mahar Km 8 atau di sebuah tikungan, meluncur sepeda motor DA 6416 J dikemudi Ramiso. Namun Ramiso terlalu melebar ketika berbelok ditikungan tersebut. Ia juga mengambil lajur lawan. Akibatnya Ramiso menabrak bagian depan sebelah kanan mobil Suzuki Cary.

Di hari yang sama, sekitar pukul 15.30 WIB, tabrakan juga terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 18,7 Palangka Raya. Kali ini melibatkan truk dan Avanza. Bahkan, dua orang penumpang yang diketahui ibu dan anak tewas di tempat.

Kapolsek Bukit Batu Ipda Saldicky mengatakan, sebelum kecelakaan terjadi, Truk bernomor polisi DA 9203 CI dikemudi Gregorius Taku Sasi dengan penumpang Rinton meluncur dari arah Tangkiling ke Palangka Raya.

Saat itu, cuaca di Kota Cantik sedang diguyur hujan lebat. Sesampai di Jalan Tjilik Riwut Km 18,7 Gregorius melewati genangan air. Diduga lepas kendali, truk tersebut tiba-tiba. Sopir tak mampu lagi mengendalikan hingga truk itu memakan lajur lawan.

Ironisnya, dari arah berlawanan melaju Avanza KH 1232 AF. Mobil minibus ini dikemudi Husniansyah dengan 7 orang penumpang 3 di antaranya anak balita.

“Setelah terjadi tabrakan, mobil Avanza terpental dan membentur pohon yang ada di pinggir jalan. Kemudian dua orang meninggal dunia,” kata Saldicky kepada Borneonews, kemarin.

Dua orang yang meninggal dunia itu bernama Nurhikmah, 30, dan anak balita Daffa Firdaus, usia 9 bulan. Sedangkan sisanya hanya mengalami luka-luka. Di antaranya, Netti, Tilang, Wahit, Muni dan Epa Susana.

Di hari yang sama pula, sekitar pukul 20.00 WIB, kecelakaan juga terjadi di Jalan G Obos 18. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang dinyatakan tabrak lari.






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *