Pelanggar Tertinggi Tidak Kenakan Helm Ditempati Kotim

TERJARING RAJIA KARENA TIDAK KENAKAN HELMKABUPATEN Kotawaringin Timur (Kotim) menempati posisi teratas dalam hal pelanggaran lalu lintas tidak mengenakan helm. Posisi tersebut berdasarkan hasil rekapan Operasi Zebra selama 14 hari berakhir 9 Desember, yang kemudian diserahkan ke Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng Kombes Pol Winarto mengatakan total pengendara yang terjaring dalam razia lalu ditilang berjumlah 5.094. Sedangkan sisanya adalah pengendara yang berkendara motor tapi tidak sesuai dengan peruntukannya, surat-surat, dan pelanggaran rambu-rambu.

“Paling banyak berkaitan dengan helm. Totalnya ada 3.174,” kata Winarto, Kamis (11/12) lalu.

Secara rinci, pelanggar yang ditilang di Kotim berkaitan dengan helm berjumlah 526 pengendara. Di susul Kobar 420, Lamandau 354, Palangka Raya 265, Gumas 250, Kapaus 181, Sukamara 155, Bartim dan Katingan masing-masing 120, Barut 103, Pulpis 101, Seruyan 96, Mura 77, dan Barsel 59. Sedangkan giat razia oleh oleh Direktorat Lalu Polda Kalteng (tidak menentu daerahnya) menghasilkan 347.

“Pelanggar yang terbanyak berprofesi swasta. Yakni 3.999 orang. Kemudian pelajar berjumlah 629 orang. Lalu PNS 282, Sopir 118, TNI/Polri 5 dan lain-lain 61,” tuntasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, selain jumlah pengendara yang ditilang, Polisi juga mencatat jumlah kecelakaan selama operasi tersebut. Yakni ada 40 kejadian musibah kecelakaan. Dari jumlah itu 13 orang pengendara tewas. Kemudian luka ringan tercatat 41 orang dan berat 10 orang dengan total kerugian materil Rp 688 juta. Mereka yang meninggal setelah mengalami kecelakaan di Palangka Raya 3 orang, Kotim 3, Bartim 2, dan Barsel, Kapuas, Barut, Katingan masing-masing 1 orang.






Comments are Closed