Selama 2014, 283 Korban Meninggal Di Jalanan

memencet tombos tanda dimulainya aksi kese;lamatan lalu lintas 2015ANGKA kecelakaan lalu lintas di Kalteng masih tergolong tinggi. Ini dibuktikan dengan jumlah selama 2014 sebanyak 283 orang meninggal dunia di jalanan dari total 864 musibah.

Namun demikian, jumlah tersebut terjadi penurunan jika dibanding tahun sebelumnya 318 orang. Kemudian jika kembali dibandingkan pada 2012 silam, juga menurun mengingat pada tahun itu tercatat 377 orang meninggal sia-sia.

Di tahun 2015, aparat kepolisian memiliki program baru. Mereka mendeklarasikan aksi keselamatan lalu lintas yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dipenghujung tahun 2014, Rabu (31/12). Tujuannya untuk menekan angka kecelakaan.

Sedangkan di Kalteng, deklarasi itu berlangsung di Bundaran Besar Palangka Raya. Pihak aparat juga menggandeng tiga instansi yakni Jasa Raharja, TNI, kejaksaan dan pemerintah baik provinsi maupun kota.

Selain itu juga dihadiri ratusan komunitas baik roda dua, empat maupun sepeda. Deklarasi tersebut dipimpin oleh Waka Polda Kalteng Kombes Pol Muhammad Ikhsan.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng Kombes Pol Winarto mengatakan, secara kuantitas jumlah kecelakaan terjadi penurunan tetapi tidak begitu drastis. Sehingga pihaknya terus menggenjot kegiatan dalam rangka menurunkan jumlah kecelakaan.

“Aksi ini merupakan kelanjutan dari dekade keselamatan tahun lalu dengan motto menuju Indonesia tertib, bersatu, keselamatan adalah nomor 1. 2015, kita akan melaksanakan secara tematik setiap bulan bagi pelanggar-pelanggar tertentu,” kata Winarto, kemarin.

Dia menuturkan, dalam tiap bulan pelaksanaan kegiatan aparat berbeda-beda. Contohnya, lanjut dia, jika pada Januari sampai Februari penindakan terkait pengendara yang melanggar arus lalu lintas, maka di bulan berikutnya akan berganti.

“Semisal mengenai penggunaan helm standar dan lain-lain. Tiap bulannya nanti akan kita sosialisasikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten 1 Gubernur Kalteng I Ketut Widhi mengatakan, angka kecelakaan yang masih tinggi ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh stekholder.

“Ada lima pilar langkah keselamatan. Pertama melibatkan badan perencanaan pembangunan daerah. Kedua menyediakan infrastruktur di jalan seperti berupa perbaikan jalan yang rusak dari Dinas PU. Ketiga, memastikan bahwa kendaraan pengendara memenuhi standar dari Dinas Perhubungan. Keempat, memperbaiki perilaku pengguna jalan melalui pendidikan keselamatan berlalu lintas dari aparat kepolisian. Dan kelima, melaksanakan tugas saat kecelakaan dan pascakecelakaan dengan sitem tanggap darurat dari Dinas Kesehatan,” ucap Ketut membacakan sambutan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang.



« (Previous News)



Comments are Closed