Kondisi Bocah Penderita Gizi Buruk Membaik

4-2UPAYA tim medis untuk memberikan asupan gizi yang lebih baik terhadap penderita gizi buruk, Audiati, tidak sia-sia. Tiga hari menjalani perawatan di ruang F, RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, kondisi bocah perempuan berusia 2,5 tahun itu dikabarkan membaik.

“Sekarang perkembangan pasien sudah lebih baik pak,” kata Dokter Spesialis Anak Citra Raditia kepada Borneonews, Sabtu (17/1).

Perkembangan tersebut juga bisa terlihat ketika tim medis memberikan asupan nutrisi. Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Supianus, 38, dan Misrawati, 38, warga Desa Talio, Kabupaten Barito Selatan itu selalu menghabiskan pemberian asupan tersebut.

“Juga pergerakan anak sudah aktif meskipun belum maksimal,” imbuhnya.

Namun demikian, berat badan bocah ini belum ada perubahan. Dimana dia hanya berbobot 6,3 kg dari yang seharusnya 13 kg. “Ini karena pasien baru saja mendapatkan asupan. Jadi butuh waktu untuk itu,” tuturnya.

Sementara itu, ayah bocah tersebut, Supianus ketika dihubungi memastikan jika anaknya masih menjalani perawatan di ruang F, hingga saat ini.

Seperti diberitakan, Audiati masuk ke ruang F RSUD Doris Sylvanus pada Rabu (14/1) lalu. Dia divonis dokter menderita gizi buruk. Menurut Misrawati, sebenarnya Audiati terlahir secara normal. Namun setelah enam bulan pascakelahiran, berat badannya menurun drastis hingga kini hanya 6,3 kg.

Dampak akibat gizi buruk juga menimbulkan bintik-bintik pada kulit. Selain itu, anak menderita hipogelikemi atau gula darah yang rendah. Ini karena asupan gizi kurang. Hipolgikemi juga bisa menyebabkan anak lemah bahkan bisa kejang.

Kemudian, Dehidrasi. Ini juga lantaran anak kekurangan asupan. Lalu hipotermi atau pertumbuhannya kurang. Penyebabnya karena anak kekurangan jaringan lemak, dan jika penderita sudah kedinginan akan berakibat bahaya.






Comments are Closed