Berat Badan Penderita Gizi Buruk Naik 2 Ons

dr Theodorus Sapta AtmadjaPELAN tapi pasti. Kalimat itu lah yang pantas dilontarkan kepada tim medis setelah menangani pasien gizi buruk, Audiati, di ruang F RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

Hingga 13 hari pascamenjalani perawatan, kondisinya kian membaik. Memang pada Sabtu (17/1) lalu, dr Spesialis Anak Citra Raditia yang kala itu menangani Auditia menyatakan bahwa kondisinya sudah mulai membaik. Kendati demikian, belum ada peningkatan berat badan. Yakni masih sama 6,3 kg dari berat yang seharusnya 13 kg menyesuaikan umur pasien 2,5 tahun.

Pada Selasa (27/1), Kabid Diklit dan Pendidikan sekaligus sebagai Ketua Kesehatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana (K3) dr Theodorus Sapta Atmadja memastikan kalau kondisi membaik pasien asal Desa Talio, Kabupaten Barito Selatan itu meningkat.

“Perkembangan terakhir pasien makin membaik. Berat badannya juga sudah meningkat menjadi 6,6 kg,” kata Theo, kemarin.

Namun demikian, Audiati masih tetap menjalani perawatan di ruang F. Hal ini supaya pasien tersebut benar-benar pulih dari derita gizi buruk. Kondisi membaik juga terlihat dari bintik-bintik pada kulit pasien. Bentuk bintik-bintik itu secara perlahan mulai hilang walaupun belum 100 persen. Minimalnya adalah 30 hari dimulai pada tahap perawatan.

“Tapi untuk masalah TBC paru-parunya itu masih diatasi. Indikatornya, pengobatan (TBC paru-paru) berhasil apa tidak salah satunya bisa dilihat dari berat badan. Apakah meningkat atau tidak,” ungkapnya.

Theo juga memastikan kalau orang tua pasien tidak usah khawatir mengenai biaya perawatan. “Semua sudah ditanggung pemerintah daerah (Barsel). Kalau nanti tidak ada, kita juga menyiapkan dana khusus bagi orang yang tidak mampu. Selain itu juga ada bantuan dari teman-teman umum. Jadi masalah biaya tidak usah dikhawatirkan,” sarannya.

Seperti diberitakan, Audiati masuk ke ruang F RSUD Doris Sylvanus pada Rabu (14/1) lalu. Dia divonis dokter menderita gizi buruk. Menurut ibu pasien Misrawati, Audiati, sebenarnya terlahir normal. Namun setelah enam bulan pascakelahiran, berat badannya menurun drastis hingga awal masuk ke RSUD Doris Sylvanus hanya berbobot 6,3 kg.






Comments are Closed