Bisa Memalak Karena Faktor Pergaulan

Kanit Reskrim Ipda Jaka Waluya ketika memantau lokasi terjun Didi.jpg,KEPERGIAN Ajirai alias Aji, 23, untuk selamanya menjadi duka mendalam bagi keluarga korban. Khususnya sang istri, Lili, 22. Apalagi Aji meninggalkan dua anak Rizki, 4,5 dan Riva, 3.

Yang lebih menyakitkan lagi adalah akhir dari kepergian Aji. Dia ditemukan tewas tenggelam di sungai Kahayan, atau sekitar 2 kilo meter dari Pelabuhan Rambang. Itu merupakan dampak akibat Aji menceburkan diri ke sungai yang acap menelan korban, pascadiburu korban pemalakannya.

Menurut salah satu rekan Aji, Dadu, Aji sebenarnya tidak pernah melakukan perbuatan tindak pidana. Bahkan baik dalam bergaul termasuk dilingkungan rumahnya, Jalan Kalimantan.

Dia menilai, aksi pemalakan yang dilakukan Aji bersama Muhammad Aziz (sudah ditahan di Polsek Pahandut) merupakan buah hasil dari pergaulan. “Ini pengaruh kawanan (teman-teman). Saya hari-hari berteman dengannya tapi tidak pernah seperti (melakukan tindak pidana),” kata Dadau kepada Borneonews, Senin (26/1).

Sementara itu, Lili mengatakan keseharian korban bekerja sebagai tukang bangunan. Namun sebelum melakukan aksi pemalakan, Aji sempat nganggur. Mengenai perbuatan meminum minuman beralkohol, Lili tidak menampik.

“Memang pernah minum (minuman beralkohol). Tapi jarang,” katanya.

Seperti diberitakan, Aji, ditemukan tewas mengapung di kawasan kampung Beringin, Pahandut Seberang, Senin (26/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Tenggelamnya korban bermula dari aksinya bersama Aziz melakukan pemalakan di Tugu Soekarno, Jalan S Parman, Palangka Raya, Jumat (23/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban adalah Adi Saputra dan Aprilianti Ria Siska.

Aziz dan Aji kemudian meminta uang sebesar Rp 200 ribu. Namun Adi menjawab tidak ada. Kemudian Aziz mencabut belati. Sedangkan Aji langsung merampas handphone Samsung Galaxi. Keduanya lalu lari menuju motor dan tancap gas menuju arah Pasar Besar.

Korban mengejar. Dia lalu singgah sejenak di Jalan Flamboyan Bawah memberitahukan kepada keluarganya kalau dirinya usai dipalak. Mendengar hal itu, keluarga korban bergegas meluncur.

Korban kemudian mengetahui pelaku berada di Pelabuhan Rambang. Dia lalu mendatangi pelaku setelah mengenali baju warna merah. Korban pun merebut handphone hingga terjadi adu mulut berujung pada perkelahian.

Beberapa menit kemudian, keluarga korban berdatangan. Mereka juga dipersenjatai dengan senjata tajam lengkap. Mengetahui hal itu, kedua pelaku kalang kabut. Aji nekad mencebur ke sungai sedangkan Aziz lari menuju perumahan penduduk. Karena handphone berhasil direbut, korban pun pulang dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Pahandut.






Comments are Closed