Delapan Tersangka OTT Kapuas Mulai Membaur Dengan Napi Lain

saat memasuki mobil menuju kejatiDELAPAN tersangka kasus skandal suap DPRD Kabupaten Kapuas sudah menghuni rumah tahanan (Rutan) Kelas II A Palangka Raya. Dengan demikian, pastilah mereka bakal bertemu dengan narapidana lainnya dari berbagai kasus.

“Sudah diantar ke Rutan pada Jumat (23/1) sore lalu,” kata Kapala Rutan Kelas II A Palangka Raya, Senin (26/1).

Kedelapan tersangka itu di tempatkan di Block A ruang Mapenalin. Mapelin adalah sebutan ruangan pada tahap pengenalan lingkungan. Ruangan tersebut juga terbagi dalam dua kategori. Satu berkuran kecil atau maksimal berisi 6-7 napi dengan ukuran 2X3 meter, sedangkan lainnya berkuran besar hingga mampu menampung 46 Napi.

Namun, untuk saat ini mereka ditempatkan di ruang kecil. Buwono juga memastikan jika mereka tidak tinggal dalam satu ruang. Kendati mampu menampung 7 orang, petugas tetap memisah-misah untuk tinggal dengan napi lain.

“Mereka di kamar Mapenalin itu digabung dengan napi dengan kasus beragam. Seperti ada kasus pencurian dan lain-lain,” imbuhnya.

Jika tahap pengenalan lingkungan mulai membaur, delapan tersangka itu akan dipindah ke ruangan yang besar dengan kapasitas yang bervariasi. Ada yang mampu menampung 40 napi, ada pula 46 napi.

“Kita tidak membeda-bedakan mereka dengan napi lain,” tuntasnya.
Seperti diberitakan, Jumat (23/1) pukul 09.45 WIB, penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalteng melimpahkan berkas perkara beserta tersangka ke Kejaksaan Tinggi Kalteng.

Mereka adalah Ketua DPRD Kapuas Mahmud Iip Safrudin (Golkar), Wakil Ketua DPRD Kapuas Timotius Mahar alias Ebeb (PDIP), Ketua Fraksi Gerindra Epok Baharudin Mating, Ketua Fraksi PAN Rony S Rambang, Ketua Fraksi PKB Zainal Makmur (sudah diberhentikan dari PKB), Ketua DPC PPP sekaligus sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Kapuas Tommy, Ketua Fraksi Demokrat Eddy Fahriansyah dan Kabid Bina Marga Dinas PU Kapuas Imanuah.






Comments are Closed