Sekda Kapuas Ditetapkan Tersangka Suap

saat memasuki mobil menuju kejatiJANJI Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng Kombes Pol Anton Sasono untuk mendalami kasus skandal suap DPRD Kapuas pascapelimpahkan tahap II ke Kejaksaan Tinggi Kalteng, tak hanya isapan jempol belaka.

Setelah bekerja berdasarkan fakta disertai alat bukti, penyidik Tipikor Ditreskrimsus akhirnya menambah seorang tersangka. Tak tanggung-tanggung, orang yang terlibat itu merupakan salah satu pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Kapuas. Yakni Sekda Kapuas Sanijan S Toembak.

Penetapan tersebut dimulai sejak Selasa (27/1). “Sudah menjadi tersangka,” kata Anton, kemarin.

Dia menuturkan, dua alat bukti untuk menjerat Sanijan terlibat dalam skandal suap itu sudah dinyatakan cukup. Ditambah lagi dengan gambaran reskonstruksi atau adegan ulang akhir tahun lalu. Dengan penetapan tersebut, maka tidak lama lagi Sanijan bakal menyusul delapan tersangka lainnya untuk meringkuk di balik jeruji besi.

Delapan tersangka tersebut di antaranya, Ketua DPRD Kapuas Mahmud Iip Safrudin (Golkar), Wakil Ketua DPRD Kapuas Timotius Mahar alias Ebeb (PDIP), Ketua Fraksi Gerindra Epok Baharudin Mating, Ketua Fraksi PAN Rony S Rambang, Ketua Fraksi PKB Zainal Makmur (sudah diberhentikan dari PKB), Ketua DPC PPP sekaligus sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Kapuas Tommy, Ketua Fraksi Demokrat Eddy Fahriansyah dan Kabid Bina Marga Dinas PU Kapuas Imanuah.

Pada Jumat (23/1) pukul 09.45 WIB lalu, mereka beserta berkas dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kalteng. Sorenya, mereka diantar ke Rumah Tahanan Kelas II A Palangka Raya.

Pihak Rutan lalu memilih tempat Block A ruang Mapenalin. Mapenalin adalah sebutan ruangan pada tahap pengenalan lingkungan. Disitu, mereka juga tidak tinggal dalam satu ruang melainkan bercampur aduk dengan narapidana dari berbagai kasus. Jika sudah membaur, baru dipindahkan ke ruang yang lebih besar.

Berbarengan dengan pelimpahkan tahap II, Anton menegaskan bahwa penyidik bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti. Bukan berdasarkan pada persepsi seseorang. Tidak hanya itu, penegasan lainnya juga tidak pernah memberikan statemen bahwa tersangka hanya berjumlah delapan orang.






Comments are Closed