Suel Memberontak Ditangkap Paksa

suel ditangkap paksaGERTAKAN Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng Kombes Pol Anton Sasono untuk menangkap paksa Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya Suel tidak main-main. Tersangka kasus korupsi pengadaan pakaian Linmas itu ditangkap paksa, Rabu (28/1) pukul 12.30 WIB.

Lokasinya bukan di daerah lain, tapi langsung di markas Mapolda Kalteng. Sebenarnya, hari itu Suel melaporkan ke Bidang Profesi Pengamanan (Bid Propam) untuk mencari keadilan pukul 11.40 WIB. Dia menilai tidak bersalah dan merasa aneh dengan penetapan tersangka meskipun kasusnya sudah dinyatakan P21.

Kedatangannya ke Polda juga didampingi puluhan warga tergabung dalam Majelis Agama Kaharingan Indonesia (Maki). Termasuk istrinya, Nesiwati. Di posisi itu, menurut mereka Suel menjabat sebagai Ketua Maki Kota.

Pantauan Borneonews, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus mulai melakukan komunikasi melalui telephone seluler. Ketika Suel keluar dari ruang Bid Propam, dia langsung menuju ke arah kiri (jalan keluar) sedangkan beberapa umat Maki lainnya lebih dulu ke arah kanan.

Penyidik diiringi anggota Propam kemudian mengejar Suel. Suasana tegang pun terjadi. Suel memberontak ditangkap meskipun penyidik kala itu juga langsung menunjukan surat perintah penangkapan. Kedua tangan Suel lalu diborgol ke belakang. Dua orang umat Maki lainnya sempat membela Suel, hingga memaksa penyidik melontarkan kata “kamu mau ikut-kutan. Dia ini tersangka,”.

Kemudian, sejumlah umat lainnya yang menuju arah kanan itu berlarian ke tempat penangkapan Suel. Mereka mulai melakukan pembelaan. Sedangkan Suel terus digiring menuju ruang Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalteng hingga pada akhirnya tali borgol terlepas.

Sekitar 10 meter dari tangkapan semula, aksi memberontak Suel kian menjadi. Dia juga berteriak bahwa dirinya tidak terbukti bersalah lantaran BKP dan Inspektorat menurutnya dinyatakan tidak ada kerugian negara.

Celotehan itu makin membuat penyidik melangkahkan kaki dengan cepat. Istri Suel pun turut tidak terima atas penangkapan paksa itu. Dia berupaya melepaskan sang suami dari apitan petugas. Sampai pada akhirnya Suel memasuki ruang penyidikan.

“Lepaskan suami saya. Suami saya tidak bersalah. Jangan tangkap suami saya,” teriak istri Suel, Nesiwati.

Sejumlah umat Maki langsung mengeluarkan unek-unek atas penangkapan itu. Sementara ratusan personil Sabhara langsung berlarian untuk menjaga situasi. Mereka kemudian membentangkan barisan pertahanan tepat di halaman kantor Ditreskrimsus.

Sekitar 30 menit lamanya, baru kembali bertugas sesuai Tupoksi. Namun belasan personil lainnya ditinggal menjaga tepat dipintu Ditreskrimsus. Meski telah masuk dalam ruang penyidikan, puluhan umat Maki tetap menunggu di pendopo Ditreskrimsus Polda Kalteng.

Sebelum ke Polda Kalteng, Suel bersama puluhan warga sempat mendatangi ke Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak dan Daerah Kalteng (LMMDD-KT) untuk membantu keadikan. Ia juga menjelaskan terkait masalah yang dihadapi kepada Ketua Presidium LMMDD-KT M Usop.

Untuk diketahui, Suel ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pakaian linmas tahun anggaran 2013. Proyek dengan pagu sebesar Rp 693 juta itu bertujuan untuk mendukung kelancaran pengamanan pemilihan wali kota.

Kasus tersebut terungkap berawal dari laporan LSM ke Polda Kalteng. Laporan itu menyebutkan bahwa pakaian Linmas 1.100 potong lengkap dengan sepatu TNI, kaos kaki, pentungan, peluit, ikat pinggang, dan topi yang dibagikan tidak sesuai dengan spesifikasi, alias baju mudah robek dan rusak.



(Next News) »



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *