Wadir Reskrimsus Beri Penjelasan Terkait Tangkap Paksa

beri penjelasanSEJUMLAH warga yang tergabung dari umat Kaharingan menunggu di pendopo tepat di depan kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng, pascapenangkapan paksa terhadap Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya Suel.

Saat itu. mereka mengaku tidak akan pulang sebelum Suel yang menduduki posisi Ketua Kaharingan dilepaskan. Hingga pukul 13.30 WIB, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng AKBP Viktor T Sihombing menyambanginya.

Viktor lantas menjelaskan proses penangkapan paksa itu. “Ini merupakan rangkaian-rangkaian dari proses penyidikan. Panggilan tidak digubris. Dan hari ini kebetulan datang ke Polda dan kita upayakan tangkapan paksa sesuai tahapan-tahapan proses penyidikan tadi,” katanya, mewakili Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng Kombes Pol Anton Sasono, Rabu (28/1).

Dia menegaskan bahwa langkah selanjutnya yang dilakukan penyidik yakni menahan Suel. Kemudian segera melakukan koordinasi dengan kejaksaan untuk melimpahkan tersangka berserta barang bukti. “Langkah berikutnya menyerahkan ke kejaksaan. Tapi harus dikoordinasi dulu. Harus diamankan (Suel) di kepolisian untuk proses tersebut. Kalau dikejaksaan sudah siap, baru diserahkan. Tahapananya sudah disana,” jelasnya.

Perwakilan umat Kaharingan Basir Juansyah pun menjawab penjelasan Viktor. “Beliau (Suel) waktu diperiksa menyatkan tidak terbukti bersalah. Lalu dia panggil pertama dinyatakan sebagai tersangka. Bersangkutan memberikan surat, apa salah beliau sampai tersangka. Tapi beliau tidak mendapat jawaban. Waktu lalu (saat pemanggilan ke dua dan dinyatakan mangkir), beliau cuti berangkat melaksanakan ritual di Bukit Raya,” jelasnya.

“Tapi melihat di berbagai media, makanya kami umat Kaharingan berunding. Tadi (ke Propam) kami baca adalah pelayanan. Makanya kami melapor karena komplain. Tetapi malah terjadi seperti ini (penangkapan),” sesalnya.

Viktor kembali menjawab dan menegaskan bahwa penangkapan tersebut tidak ada kaitannya dengan agama. “Tidak ada kaitannya penyidikan ini dengan agama. Kita polisi semata-mata menegakan aturan hukum,” tegasnya.

“Proses yan dilakukan kepolisian semuanya itu sudah dilengkapi dengan alat bukti. Lalu diajukan ke jaksa dan jaksa menyatakan P21. Artinya, apa yang sudah dilakukan kepolisian diakui jaksa lengkap,”

“Jadi bukan kepolisian yang menyimpulkan. Kita memproses jaksa menyatakan lengkap setelah diteliti. Nah dalam proses penyerahan barang bukti dan tersangka, makanya kita melakukan pemanggilan,”

“Yang jelas, langkah selanjutnya penyidik menahan (Suel), dan kita berkoordinasi dengan jaksa supaya segera dilimpahkan,” tutur Viktor.






Comments are Closed