Review Film 21 Jump Street : Komedi Action MANTAB!

Review Film 21 Jump Street : Komedi Action MANTAB!



Review Film 21 Jump Street : Komedi Action MANTAB! – Baru saja tadi saya menonton film 21 Jump Street, menontonnya dimana? Tentunya di download dong, maklum, saya kan orang Indonesia yang suka produk bajakan apalagi gratis. Sebetulnya saya sendiri sudah menonton sekuel dari 21 Jump Street tersebut, yaitu berjudul 22 Jump Street. Namun saya menontonnya seperti flashback gitu.

Plot

Untuk alur ceritanya sendiri saya benar-benar kecewa, mengapa? Karena di 21 Jump Street ini alurnya sama (hampir) dengan sekuel barunya yaitu 22 Jump Street. Yaitu pertama si Jenko dan si Schmidt ini menangani kasus narkoba, bedanya latar di 21 Jump Street ini berada di sebuah SMA, sedangkan di 22 Jump Street berlatar di sebuah kampus.
Di awal cerita juga sama, yaitu si Jenko dan Schmidt melawan gerombolan penjahat, di 21 Jump Street mereka berdua melawan geng motor, sedangkan di 22 Jump Street mereka berdua melawan pengedar narkoba.
Alur cerita ini saya teliti lagi ternyata ada kemiripan lagi, yaitu ketika si tokoh antagonis ternyata adalah teman yang tak terlalu dekat, jadi di 21 Jump Street ada seorang guru olahraga, dia adalah guru yang terlihat baik dan juga tak terlihat mencurigakan, namun di 22 Jump Street begitu, temannya Schmidt memiliki teman lagi, dia teman sekamarnya temannya si Schmidt dan mereka berteman agak lama karena mereka bukan teman baik (Yo Dawg).dan ternyata temannya teman Schmidt adalah seorang pegnedar narkoba (Yo Dawg Again).
Review Film 21 Jump Street : Komedi Action MANTAB!
Wajah absurd diatas adalah salah satu tokoh antagonis yang ada di 21 Jump Street. Dia adalah tokoh utama antagonis yang berperan sebagai gembong narkoba alias si pembuat narkoba.

Review Film 21 Jump Street : Komedi Action MANTAB!
Cabe-Cabean ini juga adalah seorang yang sama seperti di 21 Jump Street, adalah seorang pembuat narkoba sekaligus musuh utama di serial 22 Jump Street.
Persamaan alur cerita bukan hanya terdapat pada persamaan tokoh, namun di pertengahan cerita dan akhir cerita pun sama antara 21 Jump Street dengan 22 Jump Street. Yaitu salah satu tokoh antagonis utama yaitu Schidt suka dengan seseorang wanita, mereka berdua akrab, kemudian si Schmidt ketahuan kalau dia adalah seorang polisi yang sedang menyamar (Namanya Intel kalau gak salah), dan si wanitanya ngambek, akhirnya marah. Namun nanti di akhir cerita si Schmidt melakukan aksi heroik, di 21 Jump Street si Schmidt menolong wanita yang dia suka, dan di 22 Jump Street pun begitu.
Review Film 21 Jump Street : Komedi Action MANTAB!
Cewek yang di sukai oleh Schmidt di 21 Jump Street namun berakhir dengan bad ending (Meman sepertinya Schmidt adalah salah satu dari kita, yaitu JONES)
Review Film 21 Jump Street : Komedi Action MANTAB!
Nah yang ini cewek yang di suka sama Schmidt di 22 Jump Street, namun sayangnya sama seperti kisah kasihnya di sekuel sebelumnya, cintanya pupus 🙁
Namun ada yang menarik di kisah kasihnya Schidt di sekuel kedua Jump Street ini, yaitu cwek yang di suaki Schmidt adalah anak bosnya sendiri, yaitu Kapten Dickson. Kapten Dickson merupakan seorang yang memimpin program Jump Street ini dan mengumpulkan orang-orang elit untuk menangani kasus yang besar seperti contoh salah satunya adalah narkoba ini.
Review Film 21 Jump Street : Komedi Action MANTAB!
Wajah sangar si Kapten Dickson. Btw, nama aslinya adalah Ice Cube (Tentu bukan nama asli sesungguhnya, namun hanya nama trend). Dia adalah seorang mualaf loh, dia masuk ke agama Islam sekitar tahun 90-an.
Sebetulnya masih banyak persamaan cerita antara 21 Jump Street dengan 22 Jump Street ini, namun ya sudahlah tak apa, yang namanya film pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, namun menurut saya di  Jump Street ini memiliki cerita yang memuat saya tertawa terus, belum lagi laga aksinya yang, ya.. kurang lebih lumayanlah, apalagi si Jenko itu.
Klik Page 2 Untuk Melanjutkan Membaca

Next Page: 1 – 2





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *