Review Film Forrest Gump : Si Film Lawas Dari Masa Depan

Review Film Forrest Gump : Si Film Lawas Dari Masa Depan



Review Film Forrest Gump : Si Film Lawas Dari Masa Depan Jangan mempermasalahkan judul artikel ini, mengapa? Lah wong judulnya aja nggak jelas gitu.

Oke pada artikel kali ini saya akan mereview sebuah film lagi yang baru saja saya tonton, tentunya saya tonton dengna cara yang famous, yaitu secara BAJAKAN, sekali lagi… BAAAAJAAAKAAN, mengapa? KARENA ORANG INDONESIA SUKA BAAJAAKAAN. Film yang berjudul Forrest Gump ini menurut saya sangatlah menginspirasi, dan baru saja tadi siang saya menonton film ini, setelah menonton, entah kenapa rasanya pengin nangis, namun mengingat bahwa nanti kalau nangis wajah tampfan saya luntur, maka dari itu saya nangis di dalam hati saja.

Forrest Gump merupakan film yang di rilis pada tanggal 6 Juli 1994, dan yah, bisa dibilang Forrest Gump merupakan film yang di kategorikan sebagai film “lawas”. Namun, sering kali kita terpaku bahwa film-film lawas itu merupakan film yang memiliki jalan cerita yang jelek lah, aktor-aktor yang kurang modern lah, dan masih banyak lagi orang-orang yang menganggap film lawas itu sebagai film yang memiliki banyak bagian-bagian yang negatif.

Namun nggak tuh saat saya menonton film Forrest Gump ini. Di film ini benar-benar epik, entah itu jalan ceritanya, sesi flash backnya, dan lain-lain, pokoke bener-bener epik. Forrest Gump di perankan oleg beberapa artis yang terkenal seperti:

  • Tom Hanks (Sebagai pemeran utama)
  • Robin Wright (Sebagai pasangan si pemeran utama)
  • Gary Sinise (Sebagai atasan si pemeran utama)
  • Mykelti Williamson (Sebagai sahabat si pemeran utama)
  • Sally Field (Sebagai Ibu dari si pemeran utama)

Sinopsis

Film Forrest Gump ini menceritakan tentang tokoh utama bernama Forrest Gump (Kedepannya akan saya singkat FG) yang memiliki keterbelakangan kecerdasan, dia hanya memiliki IQ kira-kira sebesar 76 saja. Yah memang berat rasanya jika hanya memiliki IQ segitu, namun pemberian Allah SWT harus kita syukuri, FG dan ibunya tak pernah mengeluh, FG kecil terus sabar, dan di dampingi oleh ibunya yang selalu baik hati untuk membimbingnya menjadi anak yang sukses nantinya, walau presentase kesuksesannya rendah, sang ibu tak pernah pupus untuk berjuang menyekolahkan anaknya.
Ibu FG terbilang tidak terlalu miskin, dia memiliki rumah yang sangat besar, peninggalan dari kakek moyangnya dulu, dan di turun temurunkan dan akhirnya jatuh di tangan ibunya FG. Sangking besarnya dan terdapat banyak sekali kamar kosong, ibu FG berinisiatif untuk membuat kamar kosong tersebut menjadi kost-kost-san yang tentu membuat penghasilannya bertambah dan bertambah, tapi tak terlalu banyak sih, jadi kemampuan ekonominya itu normal lah, tak kekurangan, dan tak berlebihan.
Akhirnya FG berhasil masuk sekolah SD yang normal, namun teman-temannya tak normal. Sampai akhirnya FG bertemu dengan cinta pertamanya, yaitu Jenny (Yang diperankan oleh Robin Weight). Jenny adalah teman sekelas FG, mereka sangat akrab, mereka selalu bersama dan menghabiskan waktu mereka di pohon untuk bercerita, ngobrol, saling curhat dan lain sebagainya. Saat suatu hari, FG mengetahui mengana Jenny selalu ingin bersamannya dan tak ingin pulang kerumah, yaitu karena ayahnya yang selalu mavok, dan otomatis terkadang selalu menganiyaya si Jenny.
FG bersama Jenny selama kurang lebih 12 tahunan lah, karena dari SD sampai SMA sellau bersama, keren kan? Walau IQ kecil, FG bisa tembus ke jenjang SMA, bahkan nih ya, Jenny dan FG berhasil lulus dan bisa masuk di sebuah unversitas. Kehidupan FG di universitas benar-benar “berwarna” dia mengalami pahit dan nikmat. Pahitnya, si FG di campakkan oleh teman-teman yang lebih bodoh darinya, dan enaknya, dia di sanjung oleh teman-temannya yang perduli dengannya karena FG benar-benar mahir dalam berlari sangat cepat dan bisa bermain Football dengan sangat hebat.
Berkat kemampuan berlari yang super kencang tersebut FG berhasil lulus kuliah dan melanjutkan ke wajib militer. Hebatnya lagi FG yang di tugaskan untuk berperang melawan Tiongkok di Vietnam tersebut berhasil selamat walau di pantatnya ada luka tembak. Dia juga berhasil menyelamatkan beebrapa temannya, termasuk sahabatnya selama di wajib militer dan perang, yaitu Bubbo (Yang diperankan oleh Mykelti Williamson), namun FG telat saat menyelamatkan Bubbo, dan FG berniat untuk menepati janji yang diberikan oleh Bubbo, yaitu menjadi kapten kapal udang.
Alhasil setelah peeprangan usai dan si FG melanjutkan untuk berbisnis udang, dan menjadi kapten kapal tersebut, dia sangat untung besar. FG ditemani oleh kapten saat di peperangannya, yaitu Letnan Dan (Yang diperankan oleh Gary Sinise).

Foto Tokoh-Tokoh di Forrest Gump

Oke, disini, di bagian ini, saya akan melampirkan beberapa foto-foto dari pemain Forrest Gump.
Review Film Forrest Gump : Si Film Lawas Dari Masa Depan
Mykelti Williamson (Sebagai sahabat si pemeran utama)

Review Film Forrest Gump : Si Film Lawas Dari Masa Depan
Tom Hanks (Si pemain utama alias Forrest Gump)

Review Film Forrest Gump : Si Film Lawas Dari Masa Depan
Robin Wright (Sebagai pasangan si pemeran utama)

Review Film Forrest Gump : Si Film Lawas Dari Masa Depan
Sally Field (Sebagai Ibu dari si pemeran utama)

Review Film Forrest Gump : Si Film Lawas Dari Masa Depan
Robin Wright (Sebagai pasangan si pemeran utama)

Sekilas Mengenai Film Forrest Gump

Film Forrest Gump ini memiliki banyak sekali penghargaan loh, apa saja? Ini dia:

1994 Academy Awards (Oscars)

Menang – Best Performance by an Actor in a Leading Role — Tom Hanks
Menang – Best Director — Robert Zemeckis
Menang – Best Film Editing — Arthur Schmidt
Menang – Best Picture — Wendy Finerman, Steve Starkey, Steve Tisch
Menang – Best Visual Effects — Ken Ralston, George Murphy, Stephen Rosenbaum, Allen Hall
Menang – Best Adapted Screenplay — Eric Roth
Nominasi – Best Performance by an Actor in a Supporting Role — Gary Sinise (sebagai Lieutenant Dan Taylor)
Nominasi – Best Achievement in Art Direction — Rick Carter, Nancy Haigh
Nominasi – Best Achievement in Cinematography — Don Burgess
Nominasi – Best Makeup — Daniel C. Striepeke, Hallie D’Amore
Nominasi – Best Original Score — Alan Silvestri
Nominasi – Best Sound Mixing — Randy Thom, Tom Johnson, Dennis S. Sands, William B. Kaplan
Nominasi – Best Sound Editing — Gloria S. Borders, Randy Thom

1995 Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films (Saturn Awards)

Menang – Best Supporting Actor (Film) — Gary Sinise
Menang – Best Fantasy Film
Nominasi – Best Actor (Film) — Tom Hanks
MusicBest Music — Alan Silvestri
Nominasi – Best Special Effects — Ken Ralston
Nominasi – Best Writing — Eric Roth

1995 Amanda Awards

  1. Menang – Best Film (International)

1995 American Cinema Editors (Eddies)

  1. Menang – Best Edited Feature Film — Arthur Schmidt

1995 American Comedy Awards

  1. Menang – Funniest Actor in a Motion Picture (Leading Role) — Tom Hanks

1995 American Society of Cinematographers

  1. Nominated – Outstanding Achievement in Cinematography in Theatrical Releases — Don Burgess

1995 BAFTA Film Awards

  1. Menang – Outstanding Achievement in Special Visual Effects — Ken Ralston, George Murphy, Stephen Rosenbaum, Doug Chiang, Allen Hall
  2. Nominasi – Best Actor in a Leading Role — Tom Hanks
  3. Nominasi – Best Actress in a Supporting Role — Sally Field
  4. Nominasi – Best Film — Wendy Finerman, Steve Tisch, Steve Starkey, Robert Zemeckis
  5. Nominasi – Best Cinematography — Don Burgess
  6. Nominasi – David Lean Award for Direction — Robert Zemeckis
  7. Nominasi – Best Editing — Aurthur Schmidt
  8. Nominasi – Best Adapted Screenplay — Eric Roth

1995 Casting Society of America (Artios)

  1. Nominasi – Best Casting for Feature Film, Drama — Ellen Lewis

1995 Chicago Film Critics Association Awards

  1. Menang – Best Actor — Tom Hanks

1995 Directors Guild of America

  1. Menang – Outstanding Directorial Achievement in Motion Pictures — Robert Zemeckis, Charles Newirth, Bruce Moriarity, Cherylanne Martin, Dana J. Kuznetzkoff

1995 Golden Globe Awards

  1. Menang – Best Actor – Motion Picture Drama — Tom Hanks
  2. Menang – Best Director – Motion Picture — Robert Zemeckis
  3. Menang – Best Motion Picture – Drama
  4. Nominasi – Best Supporting Actor – Motion Picture — Gary Sinise
  5. Nominasi – Best Supporting Actress – Motion Picture — Robin Wright Penn
  6. Nominasi – Best Original Score — Alan Silvestri
  7. Nominasi – Best Screenplay – Motion Picture — Eric Roth
Dan berbagai penghargaan yang lainnya. (Sumber penghargaan dari Wikipedia)
Film Forrest Gump ini di sutradarai oleh Robert Zemeckis dan di produseri oleh Wendy Fireman, Steve Tisch, Steve Starkey, dan Charles Newirth. Sedangkan untuk penulis cerita dari film Forrest Gump ini adalah Winston Groom di bagian penulisan novel, dan Eric Rorth sebagai penulis adegan layar.
Sedangkan lama dari film ini atau durasi dari film ini sepanjang 2 jam 20 menitan kira-kira, atau 141 menit di Amerika Serikat dan 136 menit di Eropa. Kenapa berbeda-beda? I don’t know. Sementara anggaran yang di dapat dari film ini adalah kisaran US$55 juta.

Trailer

Penutub…

Oke, selesai juga review panjang ini. Pokoknya komentar saya tentang film ini bener-bener menginspirasi deh, walau si tokoh utama agak-agak blo’on, tapi dia termasuk orang yang yang pantang menyerah dan selalu berjuang untuk mendapatkan sesuatu, dia juga sabar dan tabah jika dilanda masalah dan selalu menolong orang, lah kita yang masih waras? Kita bertolak belakang dengan wataknya. Oke sekian dan terima kasih, Wassalamualaikum Wr Wb.





One Comment to Review Film Forrest Gump : Si Film Lawas Dari Masa Depan

  1. kata katanya :
    ''My momma always said, 'Life was like a box a chocolate. You never know what you're gonna get.