Para Kanibal Manusia ini Angkat Bicara Soal Rasa Daging Manusia

Para Kanibal Manusia ini Angkat Bicara Soal Rasa Daging Manusia – Apa pendapatmu ketika mendengar kata “kanibal”? Pasti kamu agak merasa merinding-merinding gitu kan? Yup tentu saja, secara nih ya, Kanibal itu kan salah satu “spesies” unik dan aneh yang memakan spesiesnya sendiri. Misalnya belalang, kalau gak salah belalang itu kanibal loh, kalau gak salah yang kanibal itu yang spesies Belalang Sembah.

Belalang Sembah biasanya memangsa spesies belalang lain, nah jadi secara sederhanannya, kanibal itu suatu spesies yang memangsa spesies sejenis. Dan apa jadinya jika kanibal sudah menular “ke dalam” manusia? Wah pasti ngeri tuh ya, memang sih kanibal pada manusia sudah ada sejak dulu, biasanya sifat kanibal ini muncul akibat adanya krisis makanan, jadi secara otomatis, sifat kanibal akan muncul di pikiran manusia.

Nah di artikel kali ini kita bakal membahas mengenai kanibal manusia, dan salah satu dari kanibal ini sudah angkat bicara soal rasa daging manusia. Seperti apa kisahnya? Yuk disimak.

1. William Seabrook

Para Kanibal Manusia ini Angkat Bicara Soal Rasa Daging Manusia

Yang pertama datang dari negara Amerika. Kanibal yang bernama William Seabrook ini dulunya bekerja di sebuah perusahaan yang bernama New York Times, disitu William Seabrook bekerja sebagai reporter. Nah ada yang aneh nih dari si William Seabrook ini, dimana William Seabrook terkenal dengan tulisan-tulisannya yang agak aneh (Tulisan mengenai travel). Nah ada salah satu buku yang sudah ditulis oleh William Seabrook, yaitu yang berjudul Jungle Ways.

Di buku Jungle Ways yang ditulis William Seabrook itu, dia (William Seabrook) memberi sentuhan kisah yang sangat detail mengenai perjalanannya menuju Afrika Barat, di sana William Seabrook bertemu dengan salah suku yang terasing yang bernama Guere. Mengejutkannya lagi, suku Guere tersebut merupakan suku yang terkenal akan praktisi kanibalismenya, yang tentu para penduduknya sangat terbiasa memakan mayat anggota suku yang lain yang tentu saja yang sudah meninggal.

Rasa ingin tau dari William Seabrook pun muncul, William Seabrook mencicipi daging manusia tersebut dengan alasan ingin tau bagaimana rasanya dari daging manusia, sehingga lama kelamaan William Seabrook ketagihan dan mengikuti acara ritual kanibalisme dari suku Guere. Nah ingin tau rasanya daging manusia menurut William Seabrook? Katanya sih mirip daging sapi.

2. Sumanto

Para Kanibal Manusia ini Angkat Bicara Soal Rasa Daging Manusia

Mendengar kata “Sumanto” berarti kamu berpikiran kalau orang ini berasal dari Indonesia bukan? Yup benar sekali. Kanibal asal Indonesia yang bernama Sumanto ini berasal dari daerah Purbalingga, provinsi Jawa Tengah. Kabarnya sih Sumanto pernah menculik mayat nenek-nenek yang bernama Mbah Rinah pada tahun 2003, kemudian keluarlah hawa kanibal dari pikiran Sumanto yang tentu memakan daging dari mayat nenek-nenek tersebut.

Setelah ditangkap oleh polisi, Sumanto mengatakan bahwa dirinya menjadi seorang kanibal karena Sumanto sedang mempelajari ilmu hitam kepada seorang guru, nah ilmu hitam tersebut dapat Sumanto peroleh dari memakan mayat. Katanya sih kalau dia melakukan ritual kanibalisme tersebut, tubuh Sumanto akan menjadi kebal, dan juga mendapatkan ketenangan batin.

Nah, Sumanto mempelajari ilmu hitam ini dari seorang guru yang berada di Lampung, pada waktu itu tepatnya pada tahun 1988, Sumanto merantau ke Lampung, katanya dia berguru pada seorang yang bernama Taslim. Ajaran sesat seperti ini tentunya sangat dilarang oleh agama dan juga negara loh ya.

Nah ingin tau apa rasa daging manusia menurut Sumanto? Ini dia pernyataannya, “Rasanya mirip daging babi”, kata Sumanto. Nah usut punya usut nih, Sumanto ternyata pernah loh memakan daging tikus dan juga daging anjing, hiih ngeri yah.

Penutub…

Oke sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Dan ingat ya, hati-hati kalau berteman, jagnan-jangan teman baik kamu atau sahabatmu itu juga seorang kanibal, hiii, haha. Oke sekian dan terima kasih, Wassalamualaikum Wr Wb.






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *