Curhatan Eps 2

Curhatan Eps 2 -Hai semua. Kali ini saya Malik Abimanyu seperti biasa akan membagikan cerita pribadi saya di blog amburadul ini. Yah seperti biasa akan di lanjut ke episode 2, nah bagi kamu yang belum membaca episode 1 atau episode sebelumnya, kamu bisa klik link atau tautan berikut ini : Curhatan Eps 1.

Tanpa banyak nyocot lagi, langsung saja saya mulai.

Btw seperti biasa, di harapkan jangan hiraukan gambar di samping, bila kamu menatap gambar di samping selama -5 detik, yang ada kamu naksir sama orang pada gambar di samping.

Asmara

No komen, kalau yang ini tak ada perkembangan, dan kebetulan juga saya tak mengharapkan perkembangan dari cewek cantik yang sudah saya bahas di Curhatan Eps 1 kemarin. Kenapa tak ada perkembangan? Ini dia saya jelaskan.

Alasan Pertama : Karena Saya Terlalu Jelek

Sebenarnya saya tak setuju dengan opsi pertama ini, karena apa? Mau bagaimana pun juga saya adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT, dan bila saya menganggap saya jelek, otomatis saya tak bersyukur. Tapi mungkin teman-teman saya dan cewek “itu” mengaggap saya jelek. Tapi setelah saya bercermin di cermin yang sudah tidak saya bersihkan selama -1 abad, nyatanya saya tak jelek-jelek amat kok.
Kemudian saya juga bertanya kepada kucing saya yang namanya Po-Pon. Saat saya bertanya “Pon, saya ganteng gak?” Dia menjawab menggunakan ekspresi, yaitu dia memasang ekspresi “mengkirut”, dan saya buka google translate, dan saya alihkan bahasa kucing menuju bahasa Indonesia, dan jawaban si Po-Pon akhirnya positif setelah saya tes menggunakan tes-pek, hasi terjemahan tersebut menyatakan bahwa ternyata Po-Pon memberi jawaban “GANTENG”.
Hatiku pun mulai berdebar-debar dengan kencang karena kucingku Po-Pon mengatakan aku ganteng, apakah ini rasa cinta? Entahlah, tapi yang pasti tidak karena kucingku itu kelaminnya itu cowok, punya dua bola di bagian belakang (Bagi kamu yang cowok pasti tau sendiri lah, atau mungkin kalau cabe-cabean pasti udah tau apa maksudnya).

Alasan Kedua : Karena Saya Terlalu Tampfan

Oke, di bagian ini berlawanan dengan alasan yang pertama. Di alasan kedua ini, mungkin saya terlalu ganteng, itulah mengapa perkembangan dari kehidupan asmara saya nyangkut. Mengapa demikian? Sekarang pikir, bila saya tampfan, maka secara otomatis banyak cewek-cewek yang suka sama saya, dan secara otomatis pula cewek “itu” pun merasa tersaingi dengan begitu banyaknya cewek-cewek yang deketin saya, dan akhirnya si cewek “itu” pun menjauhi saya karena sudah putus asa untuk memperjuangkan saya.
But wait…
Sepertinya mustahil banget, sekarang kita coba balik, yaitu misalkan si cewek “itu” terlalu cantik untuk para pria, maka jangan-jangan saya yang merasa putus asa karena saya memiliki saingan yang banyak?
Hmm… sepertinya saya perlu memanggil SHerlok Holmez untuk memecahkan misteri ini.

Alasan Ketiga : Karena Saya Jorok

Nah ini adalah alasan yang menurut saya paling masuk akal. Saya ini orangnya bisa dibilang jorok. Contohnya seperti ini, ketika teman-teman saya sedang ngobrol bareng, maka saya ikut gabung di acara ngobrol tersebut, namun saya nggak ikut ngobrol, malah tujuan utama saya adalah untuk kentut di tengah-tengah acara ngobrol tersebut. Setelah kentut sudah di laksanakan, akhirnya saya pun buru-buru lari, kemudian saya cari tempat sembunyi yang aman untuk memperhatikan perkumpulan ngobrol tersebut, setelah beberapa saat, otomatis perkumpulan ngobrol tadi merasa ada bau yang aneh, dan akhirnya mereka sadar bahwa itu bau kentut. Di saat mereka sadarlah saya tertawa jahat.
Namun sayangnya…
Kentut saya sudah familiar, jadi misalkan saya melakukan aksi tadi, maka orang-orang sudah bisa menebak siapa pelakunya, yang pasti saya pelakunya, kan kampret.
Contoh yang selanjutnya bahwa saya itu jorok adalah saya itu punya hobi yang mulia, yaitu ngupil. Mengapa saya katakan mulia? Begini, ada pepatah bahwa bersih pangkal sehat bukan? Nah ngupil menurut saya adalah suatu kegiatan mengorek-ngorek hidung agar mendapatkan kotoran yang nantinya kita buang, entah itu di buang di tempat sampah, di buang di teman sampah, dan lain-lain. Jadi bisa dibilang, mengupil itu sehat.
Namun sayangnya…
Banyak orang yang belum di bukakan pintu hatinya, mereka menganggap bahwa ngupil adalah tindakan yang jorok, serta orang yang suka ngupil itu harus di hindari. Padahal tidak juga.
Dan mungkin si cewek “itu” menganggap ngupil adalah tindakan yang jorok, kenapa coba? Ngupil kan sehat, kotoran yang ada di dalam hidung kita kan akhirnya terbuang, kenapa jorok?!
Yah begitulah mengapa kehidupan asmara saya masih nyangkut. Tapi saya pribadi sih tak berharap untuk menuju ke yang lebih jauh lagi, saya hanya sebatas suka saja, tak ada niatan untuk pacaran, kenapa? Bukan maksud sok bijak, saya ini masih merasa belum bisa membahagiakan seorang wanita. Kadang pula heran kepada bocah-bocah remaja sekarang, apalagi yang cowok (Padahal saya juga cowok sih), mereka dengan gayanya membayar atau mentraktir pacarnya, tapi nyatanya uang traktiran itu hasil ngemis dari orang tua.
Orang tua udah capek-capek nyari duid, dan udah mengeluarkan keringet buat makan sehari-hari, eh ente malah pakai duitnya buat traktir pacar ente yang belum tentu besok bisa jadi temen malam pertama ente.

Kehidupan Sosial

Oke setelah saya bahas tentang kehidupan asmara saya yang tak jelas, sekarang kita beralih ke kehidupan sosial. Seperti biasa saya ini adalah orang tampfan (yang nyatanya tak terlalu tampfan) yang suka di bully. Di sekolah di bully, di pesbuk di bully, di chattingan di bully, di instagram di bully, di twitter di bully, dan lain sebagainya. But no problem, saya hanya bisa senyum pas mereka ngebully saya, ada rasa esmosi memang saat mereka ngebully saya tapi saya gak ngeluarin rasa esmosi saya tersebut, kenapa? Karena dulu saat saya mengeluarkan rasa esmosi saya, superma tunduk sama saya karena dia nyenggol pesawat saya pas dia lagi mabur di langit.
“Kenapa Malik Abimanyu sering di bully?” mungkin pertanyaan tersebut muncul di benak kamu bukan? Oke akan saya jelaskan mengapa saya ini di bully oleh berbagai makhluk hidup.

Alasan Pertama : Karena Saya Terlalu Jelek

Mungkin kamu bosan dengan alasan yang satu ini. Tapi ya mau bagaimana lagi, wong aku ngira alasan ini mungkin alasan yang paling tepat walau sebenarnya saya pun tak percaya bahwa diri saya ini bermuka jelek.
Nah, alasan ini saya gunakan karena kemungkinan besar di lingkungan saya itu masyarakatnya ganteng-ganteng dan cantik-cantik, sehingga orang yang jelek (mungkin) macam saya ini tersingkirkan dan tak di pedulikan.
Dan mungkin bagi mereka yang memiliki kemtapfanan tingkat tinggi mengira bahwa bergaul dengan orang-orang berparas jelek akan menurunkan populasi mereka para orang ganteng, jadi secara otomatis saya sebagai orang jelek (mungkin) akhirnya di bully agar saya menjauh dari para makhluk hidup yang berparas tampfan.

Alasan Kedua : Karena Saya Terlalu Tampfan

Nah alasan yang satu ini menurut saya sangat logis dan masuk akal. Alasan saya di bully yang kedua adalah karena saya terlalu tampfan, mungkin teman-teman saya menganggap wajah mereka sendiri itu jelek, sehingga mereka iri terhadap saya yang berwajah tampfan, dan akhirnya karena rasa iri dan dengki tersebut mereka mem-bully saya agar saya menjadi putus asa, merasa tersingkirkan, dan lain sebagainya.
Sehingga mereka yang mem-bully saya tak ada saingannya lagi, karena saingan terberat adalah saya, si pria berparas tampfan nan rupawan.

Alasan Ketiga : Karena Saya Gak Gaul

Selain alasan logis tadi, di alasan ke tiga ini juga menurut saya sangat logis. Saya ini termasuk bocah remaja alay yang tak bisa begaul. Di saat teman-teman saya bisa selfie menggunakan kamera DSLR pemberian ortu mereka, saya hanya memiliki cita-cita bisa membuat film pendek menggunakan kamera DLSR hasil jerih payah saya sendiri.
Di saat followers Instagram mereka sudah mencapai 1000 lebih, saya hanya bisa mendapat followers -0,1 saja. Ngenes memang, dan hal tersebut mungkin yang membuat saya di bully di berbagai makhluk hidup.
But no problem, saya memang tak suka berjalan-jalan ke luar rumah, saya pun tak suka dengan pergi ke kafe-kafe mahal, saya pun tak suka mengeluarkan uang untuk malam mingguan bersama pacar (Karena memang saya gak punya pacar), tapi yang jelas, saya saat ini hanya ingin berkarya dulu, mendapat nilai yang bagus walau sering kali nilai saya ancur, dan menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Jadi walau di bully saya hanya bisa cengar-cengir mesem-mesem gak jelas.

Pencapaian yang Ingin Di Capai

Oke di bagian ini saya akan jelaskan pencapaian apa yang saya ingin capai di tahun 2015 ini. Saya sekarang ini ingin membeli sebuah laptop yang InsyaAllah bisa saya beli secara patungan dengan orang tua saya di bulan Desember mendatang atau di akhir November ini.
Laptop memang harganya mahal, dan tentunya saya butuh waktu yang lama untuk menabung, dan Alhamdulilah di bulan-bulan sebelumnya saya bisa menyisihkan uang saya untuk menabung. Laptop yang saya ingin beli itu gunanya untuk kebutuhan gaming, serta untuk kebutuhan ngeblog juga.
Maklum, laptop yang sedang saya pakai ini bukan sepenuhnya punya saya, namun laptop yang saya pakai ini adalah milik saudara saya. Jadi tentu bila saudara saya membutuhkan laptop ini, maka tentunya laptop ini mau gak mau harus saya berikan, dan kadang berhari-hari saya tak ngeblog karena laptopnya di pinjam saudara saya.

Penutub…

Okeh, akhirnya sampai di penghujung artikel. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang mengalami nasib sama seperti saya. Pokoknya kalau kamu merana karena tak punya pacar, jangan kelewatan meranannya, yang ada nanti waktumu terbuang sia-sia buat memikirkan pacaran mulu.
Dan bagi kamu yang sering di bully, gak papa, berdoa aja biar kamu kelak bisa menjadi lebih sukses di banding orang yang mem-bully kamu.
Okelah dari pada saya kebanyakan nyocot sok bijak, mending saya akhiri saja, sekian dan terima kasih, Wassalamualaikum Wr Wb.


« (Previous News)



Comments are Closed