Mengapa Semakin Kesini Anime Ecchi Tambah Banyak?

Mengapa Semakin Kesini Anime Ecchi Tambah Banyak? – Ecchi adalah salah satu genre dari anime. Ecchi ini merujuk pada hal yang berbau-bau porno, namun tak terlalu “bejad”. Dan mungkin saya tak perlu panjang lebar untuk menjelaskan anime ecchi itu apa, karena saya yakin sebagian besar para pembaca artikel busuk ini sudah berpengalaman menonton anime ecchi ketimbang saya yang suka nonton Teletubies.

Langsung saja saya menuju ke topik utama, yaitu mengapa di jaman sekarang anime ecchi sudah merajalela? Memang bagi kamu yang masih waras akan sadar bahwa anime ecchi itu sudah makin banyak di jaman sekarang, apakah gerangan yang terjadi? Apakah para produser dan pembuat anime sudah bosan dengan anime-anime yang mendidik dan memiliki nilai moral berkualitas tinggi? Entahlah, tanyakan saja pada wanita yang sedang PMS.

Tanpa banyak bacot, berikut ini adalah alasan mengapa anime ecchi jaman sekarang sudah sangat “menjamur”.

1. Alasan Pertama : Karena Duit

Menurut opini saya yang dangkal ini, maraknya anime ecchi di jaman sekarang ini karena para produsen anime sudah di butakan matanya oleh benda mati yang bernama DUIT. Memang duit adalah bentuk setan yang menjelma menjadi selembar kertas namun bernilai banyak, karena saya juga dulu pernah di butakan matanya oleh duit, waktu itu saya melihat ada duit 2.000 rupiah jatuh dari kantong seseorang, umumnya kalau orang yang masih waras tentu duit tersebut langsung saya kembalikan, namun berhubung dulu saya masih idiot (dan sekarang masih agak idiot), saya langsung menyimpang duit tersebut ke kantong saya.
Oke kembali ke topik. Seperti yang kita tau, bahwa sekarang banyak masyarakat di bumi ini yang lebih suka nonton “begituan” ketimbang bersabar sampai berumur 18 tahun bukan? Ya ya ya, saya yakin bagi kamu para pembaca yang umurnya belum 18 tahun saja sudah pintar kok ngakses web “begituan”.
Nah hal tersebut di manfaatkan oleh para produsen anime untuk memproduksi anime-anime yang bergenre “hard ecchi”, bahkan rating mild nudity. Bagi kamu yang belum tau apa itu Mild Nudity, Mild Nudity adalah istilah yang di gunakan untuk anime-anime hard ecchi yang tidak di sensor bagian “itu”nya.
And boom… penjualan anime hard ecchi + mild nudity laku keras, and well done, si produsen anime bakal kaya mendadak pas mereka ngerilis di eps 1.

2. Alasan Kedua : Karena Bosan Dengan Anime “Edukatif”

Edukatif di sini saya asumsikan adalah sebuah anime yang sangat mendidik. Nah dulu ada satu anime yang saya suka, dan berkat anime tersebut saya sekarang menjadi lebih baik, anime itu namanya Pokemon. Saya lupa nama tokoh utamanya siapa, tapi dia dulu adalah idola saya, bayangkan, bila dia bertemu musuh, dia selalu saja memaafkan musuhnya, dan hal itu memang harus di lakukan, kenapa? Lah wong masa “api di lawan api”? Kapan padamnya?
Nah, mungkin para produsen anime sudah sangat bosan dengan anime edukatif tersebut, dan akhirnya memproduksi anime-anime ecchi, namun tentu ada sedikit “embel-embel”, yaitu kata-kata mutiara. Yup, kamu pasti pernah melihat anime ecchi maupun hard ecchi yang di beri sentuhan kata-kata mutiara bukan? Menurut saya hal itu sangat memuakkan dan jujur bikin saya jijik. Apa gunannya memberikan kata-kata mutiara kalau anime tersebut sudah menjurus ke hal-hal yang tidak baik? Pfft. Sebut saja H DxD, kalau gak salah di situ kata-kata mutiaranya bejibun banget, tapi ternyata plot animenya cuman bahas “anu” doang, haduuh…
Mengapa Semakin Kesini Anime Ecchi Tambah Banyak?
Salah Satu Adegan yang Bikin Mual, Ngomong “anu” dengan ekspresi sok pemberani…

3. Alasan Ketiga : Sudah Tak Peduli Lagi Dengan Generasi Bangsa

Di alasan ketiga sekaligus alasan terakhir ini masih berkaitan dengan alasan nomor 1 dan alasan nomor 2. Produsen anime ecchi sekarang kemungkinan sudah tak peduli lagi dengan moral penerus bangsa, alhasil moral mereka termasuk saya sudah agak hancur. Banyak yang sudah menikah di usia muda karena terkena skandal (Alhamdulilah saya tidak…), pacar-pacaran yang di luar nalar (Alhamdulilah saya single), kemudian menghiraukan perintah orang tua (Hmm… kalau yang ini saya pernah), dan lain sebagainya.
Para produsen anime ecchi hanya mencari keuntungan, tidak ingin membuat para penerus gereasinya yang masih imut-imut menjadi generasi yang lebih waras.

Penutub…

Alhamdulilah selesai juga artikel ini. Semua kata-kata yang sudah kamu baca tadi hanyalah opini saya, saya ulangi, HANYA OPINI SAYA. Jadi bagi kamu yang mau menghujat saya, mem-bully saya, ya silahkan, nanti saya baca kok kata-kata hujatan kamu, sambil baca-baca hujatan, mungkin enaknya sambil ngupil dan minum teh anget. Tapi sebelumnya saya ingatkan, saya juga suka anime (walau gak suka-suka amat), saya bikin artikel ini hanya mengeluarkan opini saya saja semata tentang anime ecchi, bahkan saya juga pernah kok nonton anime ecchi, tapi sekarang udah tobat karena suatu alasan.
Oke terima kasih sudah membaca artikel busuk saya ini, saya tidak mengharapkan kamu sependapat dengan saya. Mungkin kamu berpikir saya ini sok alim, sok bijak dan lain-lain. Yah, saya memang orang goblok yang kepengin jadi alim dan jadi bijak, serta juga jadi pinter biar bisa banggakan ortu, jadi ya maklum kalau kata-kata saya sok-sokan. Oke sekian dan terima kasih, Wassalamualaikum Wr Wb.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *