Review Assassin’s Creed 2

Review Assassin's Creed 2
Review Assassin’s Creed 2



Review Assassin’s Creed 2 – Seri game AC atau kepanjangannya adalah Assassin’s Creed merupakan salah satu seri game yang sangat diminati di dunia. Game open world ini merupakan game besutan dari salah satu perusahaan game atau developer game bernama Ubisoft. Ubisoft sendiri ternyata baru-baru ini sudah merilis seri terbaru dari Assassin’s Creed, yaitu Assassin’s Creed Syndicate. Walau artikel review ini sudah agak “ketinggalan jaman”, namun tak apa lah bila kita hanya sekedar flashback atau mengenang masa-masa lalu kkita saat bermain Assassin’s Creed 2 ini.

Review Assassin’s Creed 2 – Seperti judul artikel ini, kita akan membahas atau mengulas mengenai AC 2. Game ini di rilis pada tanggal 17 November tahun 2009. Seperti yang saya katakan tadi, bahwa developer dari game Assassin’s Creed 2 ini adalah Ubisoft Montreal. Namun untuk penerbit dari game ini ada dua, yaitu Ubisoft dan Akella. Oiya, game Assassin’s Creed 2 ini juga pernah mendapatkan penghargaan loh, yaitu Spike TV Video Game Award untuk kategori game action-adventure terbaik. Sedangkan perancang dari game epic ini adalah Patrick Plourde, dan Olivier Palmieri.

Plot

Review Assassin’s Creed 2 – Untuk urusan plot atau alur cerita, saya sangat bahagia sekali dengan AC 2 ini. Pasalnya, AC 2 ini ternyata masih berkaitan dengan Aassassin’s Creed 1. Bedanya, tokoh utama di Assassin’s Creed 2 ini adalah seorang pemuda dari Itali, Eropa, yaitu bernama Ezio. Seperti yang kita tau bahwa di AC 1 yang lalu, tokoh utama dari AC 1 bernama Altair (Mungkin pemuda asal Arab), dan uniknya, Altair sendiri tidak pernah nampak wajah aslinya loh, hanya tertutup oleh jubah yang dia pakai. Namun meski begitu, saya juga sangat mengajungi jempol kepada Assassin’s Creed 1 tersebut.
Review Assassin’s Creed 2 – Oke kita lanjut membahas Assassin’s Creed 2. Ezio, merupakan seorang pemuda yang memiliki darah dari seorang Assassin’s. Awalnya Ezio tidak tau siapa jati dirinya serta siapa jati diri dari orang tuanya (Tepatnya ayahnya), hingga pada akhirnya, ayahnya terkena skandal, bukan di sebabkan oleh ulah ayahnya sendiri, malinkan ayah dari Ezio lah yang di jebak oleh sahabatnya sendiri. Saya juga benar-benar terbawa oleh alur cerita dari game ini, benar-benar membuat para playernya meresapi, jadi kesannya seperti bermain game sekaligus menonton film.

Grafik

Review Assassin’s Creed 2 – Untuk kualitas grafik, menurut saya game ini memiliki grafik serta kualitasnya yang masih bisa saya “cerna” dan “resapi”. Namun karena saya menggunakan set medium, maka mungkin grafik yang di tampilkan biasa-biasa saja, namun bila saya menggunakan setting high, tentunya grafik yang di hasilkan akan luar biasa. Lah wong game ini di kembangkan oleh Ubisoft, sementara Ubisoft sendiri kan terkenal dengan kualitas grafiknya yang memukau. Jadi wajar saja bila game Assassin’s Creed 2 ini memiliki kualitas grafik yang mantap dan juga keren.
Review Assassin’s Creed 2 – Semua buatan manusia tidak ada yang sempurna. Jadi tentunya ada beberapa kelemahan dari game Assassin’s Creed 2 ini, saya sering kali menemukan bug. Contohnya saja bila saya sedang berlari di gedung dan lompat melompat ke gedung satu dengan ke gedung yang lain dan sengaja “menginjak” titik bug tersebut, maka tanpa tidak mungkin saya akan terperangkap di dalam sebuah bangunan yang tentu saya tidak akan bisa keluar. Cara satu-satunya adalah dengan mereset atau me-restart atau me-load dari checkpoint.





Comments are Closed