Alasan Mengapa Korea Utara dan Korea Selatan Bermusuhan

Alasan Mengapa Korea Utara dan Korea Selatan Bermusuhan
Alasan Mengapa Korea Utara dan Korea Selatan Bermusuhan



Alasan Mengapa Korea Utara dan Korea Selatan Bermusuhan – Apakah kamu sering bertanya-tanya kenapa negara Korea Utara selalu bermusuhan dengan Korea Selatan? Padahal kedua negara itu memiliki nama yang sama, namun begitulah, mereka “bertengkar” satu sama lain, padahal mereka juga masih ada keturunan darah “Korea” di dalam tubuh mereka. Namun bukan hanya Korea Selatan saja yang di musuhi oleh Korea Utara, berbagai negara yang lain juga di musuhi oleh Korea Utara, salah satunya adalah Amerika Serikat.

Bila kamu menonton film yang bernama The Interview (Film ini juga menjadi salah satu film kesukaan saya karena komedinya mantap banget), maka kamu pasti sudah tau bahwa Korea Utara memusuhi Amerika Serikat, kenapa coba? Nah mari kita pecahkan hal tersebut di artikel yang berjudul alasan mengapa korea utara dan selatan bermusuhan.

Seperti yg berjalan terhadap tidak sedikit negeri yang lain, termasuk juga Indonesia, akhir Perang Dunia II menggoreskan beraneka perbatasan baru. Di Korea, Uni Soviet & Amerika Serikat membelah Korea jadi dua, yg selanjutnya dengan cara resmi mencetak Rakyat Demokratik Republik Korea Utara & Republik Korea, dua segi Korea yg saat ini terbelah di 38 derajat lintang utara –dan ini mengapa perbatasan antara ke-2 negeri tidak jarang dinamakan juga sebagai ‘38th parallel’.

Dalam dua thn berikutnya, ketegangan antara ke-2 Korea ini konsisten meningkat. Kepada tanggal 25 Juni 1950, militer Korea Utara menyeberangi perbatasan & melaksanakan invasi atas Korea Selatan. Aksi ini mengawali Perang Korea yg terjadi sewaktu tiga th & memakan korban kurang lebih dua juta nyawa. Gencatan senjata berlangsung kepada th 1953.

Yg menarik, sebab perjanjian perdamaian tak sempat ditanda tangani, hingga kini ke-2 negeri tersebut dengan cara ‘resmi’ tetap dalam keadaan perang.

Sejak 1948, pertalian antara Korea Utara & Korea Selatan sudah didominasi oleh pertanyaan berkenaan reunifikasi atau penyatuan kembali . Diwaktu Presiden Korea Selatan, Kim Dae Jung, sejak mulai berkuasa kepada thn 1998 dia mengumumkan ‘Sunshine Policy’ , suatu kebijakan yg bertujuan meningkatkan pertalian antara ke-2 negeri.

Kepada th 1994, kematian Kim Il-Sung mengambil Kim Jong-Il menukar ayahnya yang merupakan pemimpin baru Korea Utara. Terhadap th yg sama, Korea Utara setuju utk menghentikan acara nuklirnya & mengawali sekian banyak pertalian hubungan kerja bersama Amerika Serikat.

Pelunakan interaksi ini serta tampak kepada tanggal 13-15 Juni th 2000, diwaktu jumpa tingkat tinggi antar Korea diadakan utk mula-mula kalinya.

‘Sunshine Policy’ memperoleh ujian mula-mula terhadap bln Oktober 2002 kala AS mengumumkan Korea Utara sudah kembali mengawali acara rahasia senjata nuklir. Factor itu menyulut ketegangan antara AS & Korea Selatan bersama Korea Utara.

Dalam pidato pelantikan Presiden Korea Selatan Roh Moo Hyun tanggal 25 Pebruari 2003, ia berjanji bakal membangun Korea Selatan jadi ‘pusat Asia Timur Laut’, buat meningkatkan pertalian antar Korea & memimpin Korea Selatan menuju ‘era perdamaian & kemakmuran’.

Jumpa Tingkat Tinggi antar Korea kembali diselenggarakan terhadap tanggal 2–4 Oktober 2007 di Pyongyang. Kim Jong-Il memberikan hadiah terhadap Presiden Roh Moo-Hyun berupa 4 ton ‘songi’ (jamur matsutake) senilai 2,6 juta dolar Amerika. Ke-2 kepala negeri mendiskusikan berkaitan kemajuan interaksi antara Korea Utara & Korea Selatan, perdamaian di Semenanjung Korea & kesejahteraan rakyat Korea & penyatuan Korea.

Menyusul ketegangan yg tetap berjalan antara dua negeri sebab Korea Utara konsisten melaksanakan uji cobalah nuklir, & peluncuran artileri dari Korea Utara yg menyebabkan kematian dua penduduk sipil & dua anggota militer Korea Selatan, terhadap Nopember 2010, Kementrian Penyatuan Korea Selatan dengan cara resmi menyebut bahwa ‘Sunshine Policy’ tidak berhasil, & mengambil pada berakhirnya kebijakan tersebut.

Terhadap tanggal 17 Desember 2011, Kin Jong-Il wafat sesudah menderita serangan jantung, & putranya, Kim Jong-Un, diumumkan yang merupakan pengganti.

Tanggal 1 Januari 2013, Kim Jong-Un mengemukakan pesan thn baru lewat siaran tv, menyerukan buat mendidik jalinan tambah baik dgn Korea Selatan.

Namun terhadap bln Pebruari 2013, Korea Utara lakukan uji cobalah nuklir ke3, yg dikatakan dua kali lebih gede di bandingkan uji mencoba kepada thn 2009.

& terhadap April 2013, Korea Utara mengemukakan bahwa mereka dapat mengawali sarana nuklir utamanya di Yongbyon, yg dikatakan bakal meningkatkan kapabilitas nuklir Korea Utara dengan cara mutu ataupun kuantitas.

SUMBER : http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-04-05/sejarah-di-balik-ketegangan-korea-utara-dan-korea-selatan-kilas-balik/1112046

*Artikel ini ditulis ulang oleh bot, jadi maaf kalau ada kata-kata yang kurang dimengerti






Comments are Closed