THE HIDDEN RELEVANCE

The Hidden Relevance, kalau di lihat dari judulnya mungkin kalian akan membayangkan kalau ini adalah teknik rahasia atau cara tersembunyi dalam melakukan SEO, namun nyatanya bukan seperti yang kalian bayangkan. Saya beri nama Hiddenkarena memang nanti letaknya tidak akan terlihat oleh visitor saat kalian mengoptimasi menggunakan cara ini. Memangnya bisa mas seperti itu ? apa tidak berbahaya ?

Saya akan jelaskan nanti, sebelumnya saya ingin jelaskan dulu soal relevansi. Semua search engine pasti menggunakan faktor ini didalam algoritmanya, karena mereka menginginkan apa yang muncul di hasil pencarian, sama seperti apa yang diketikan si-pencari di search box. Karena akan sangat menggangu apabila apa yang kita ketik di mesin pencari hasilnya tidak sesuai dengan yang di tampilkan oleh search engine.

Relevansi bisa diartikan sebagai sebuah hubungan yang mempunyai makna yang sama. Biasanya kita pasti menerapkan ini didalam konten. Implementasi dari relevansi yang paling terlihat adalah judul artikel dan isi artikel yang pasti berhubungan, misalkan kalau di title kita membahas tentang “cara menghilangkan jerawat”maka isi konten harus membahas tentang “cara menghilangkan jerawat”.

Kebanyakan bloger hanya terpaku di Title tag, meta deskripsi, dan isi konten dalam penerapan relevansi ini. Namun sebenarnya Google selalu mengatakan untuk relevansi didalam google patent adalah Document. Sehingga bukan hanya content yang mempengaruhi relevansi tapi semua document didalam sebuah web. Disinilah mulai kebanyakan bloger menerapkan relevansi antar document (content), biasanya dengan cara penerapan SILO Architecture dan Internal link didalam content untuk menghubungkan ke artikel lain yang berhubungan (Related Link).

Silo dan internal link secara visual akan terlihat didalam konten, namun ada satu cara lagi untuk membuat relevansi antar konten, namun posisinya tidak terlihat didalam artikel karena kita menggunakan Link Elementrel=nextdanrel=prev. Secara visual tidak akan terlihat dikarenakan untuk link element ini posisinya di dalam kode <head> sama seperti Meta Tag.  perhatikan gambar dibawah biar lebih jelas :

 

paginated content 2

 

Tampilan live dihalaman website untuk paginated content, biasanya terlihat seperti ini :

paginated content

 

Kalian mungkin sudah familiar dengan Link element ini, banyak sekali themes atau template blogspot yang menggunakan fitur tersebut. Namun sayangnya kebanyakan menggunakannya tidak secara optimal karena “rel=next” dan “rel=prev” adalah link element yang digunakan untuk paginated content (serial konten), artinya google akan melihat content tersebut sebagai 1 serial konten akan tetapi setiap atau masing-masing URL Content akan tetap di index dengan sempurna oleh google dimesin pencari, berbeda dengan “rel=canonical”.  Mungkin ini juga yang menjadi alasan mengapa kebanyakan webmaster hanya menggunakannya dihalaman homepage sama seperti contoh diatas.

Hal tersebut memang tidak menjadi masalah, namun saat web yang kalian buat adalah niche general (gado-gado) maka penggunakan “rel=next” dan “rel=prev” didalam themes akan tidak optimal karena bisa saja kalian menghubungkan antar konten yang tidak relevan. Untuk itu tips kali ini saya coba memanfaatkan fitur tersebut dihalaman postingan untuk mendapatkan nilai tambah dari relevansi antar “article series” yang berhubungan. cara ini sudah saya terapkan disalah satu web client saya dan memberikan efek positif yang lumayan baik :

 






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *